Ada pepatah yang mengatakan “Jadilah seperti padi, semakin
berisi semakin merunduk”. Pepatah ini lah yang menjadi renungan saya
dari dulu. Memang untuk menjadi seperti buah padi itu susah dilakukan
(bahkan saya sendiri tidak tahu apa saya bisa memiliki sifat layaknya
buah padi). Ketika kita memiliki suatu kelebihan yang diberikan Allah,
kita seringkali berbangga diri dengan kelebihan itu. Misalnya saja, pada
saat kita lulus sekolah baik itu S1, S2 atau S3, kita merasa bahwa
keberhasilan kita itu merupakan usaha kita sendiri, atau bahkan kita
merasa diri kita lebih hebat dari orang lain yang dibawah kita level
pendidikannya. Atau ketika kita berhasil dalam pekerjaan kita, misalnya
menjadi pemimpin disebuah perusahaan, atau jabatan kita lebih tinggi
dari orang lain sehingga kita merasa bahwa jabatan itu kita dapatkan
karena usaha kita sendiri dan lain-lain masih banyak lagi contohnya.
Pada saat kita merasa diri kita lebih dari orang lain yang dibawah
kita, atau pada saat kita merasa bahwa kita berhasil karena kerja keras
kita semata, maka pada saat itu kita telah lalai terhadap tujuan hidup
kita. Pada hakekatnya, kita hidup didunia ini adalah menjalankan suatu
skenario yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan satu tujuan hidup
yaitu beribadah/menyembah kepada Allah (QS 51 : 56). Jadi seseorang itu
pintar, bodoh, cantik/tampan, jelek, kaya, miskin, itu semua sudah
ditetapkan. Kadang-kadang kita lupa akan hal itu. Ketika kita diberi
kenikmatan dalam bentuk kekayaan, kita lantas agak malu jika bergaul
dengan orang miskin. Ketika kita diberi kenikmatan
kecantikan/ketampanan, kita lantas malu bergaul dengan yang jelek dan
sebagainya. Padahal kalau kita mau berfikir, emangnya si miskin itu mau
ditakdirkan jadi miskin? atau si jelek itu mau ditakdirkan jelek, yang
bodoh emangnya mau dapat bagian hidup jadi orang bodoh? kalau seandainya
kita boleh merequest kepada Allah takdir kita, tentu setiap orang
pengennya jadi yang sesempurna mungkin, pengen jadi orang yang kaya,
punya kekuasaan, pintar, cantik/tampan, dll pokoknya yang wah dimata
manusia. Tapi apa yang ada dikehidupan nyata? kita memiliki bagian
masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Allah telah menetapkan
kehidupan didunia ini dengan segala kadarnya yang terbaik. Maka dari
itu jika kita merasa kita diberikan kelebihan oleh Allah, hendaknya kita
jangan terlalu berbangga hati atau pun terlalu gembira dengan kelebihan
itu apalagi merasa lebih dari orang lain, karena kelebihan kita itu
hanya pemberian dari Allah. Coba kita bayangkan bagaimana jika bukan
kita yang diberi kelebihan itu, misalnya kita diberi kelebihan dengan
otak yang cerdas, kemudian kita merasa diri kita lebih pintar dari teman
kita yang kurang cerdas. Bagaimana jika Allah menukarnya, kita yang
menjadi orang yang kurang cerdas itu dan teman kita menjadi yang cerdas,
apa yang akan kita lakukan?
Kita tidak berhak untuk berbangga diri atau merasa lebih dari orang
lain, karena pada dasarnya kelebihan yang kita miliki hanyalah
pemberian/titipan dari Allah SWT. Bisa saja suatu saat nanti ternyata
Allah mentakdirkan kita kehilangan semua kelebihan kita sehingga kita
tidak memiliki lagi apa-apa yang dulu kita bangga-banggakan.
Demikian pula bagi yang merasa memiliki banyak kekurangan dalam
hidupnya. Jangan pernah merasa rendah diri dari orang lain, karena
sesungguhnya kehidupan yang kita miliki memang itu lah yang ditakdirkan
Allah untuk kita. Jadi jangan merasa bahwa level kita di bawah level
orang sehingga kita menjadi minder. Asalkan kita selalu berusaha menjadi
yang terbaik, maka urusan takdir adalah urusan Allah. Kita memang wajib
berusaha, tapi jika usaha keras yang kita lakukan belum membuat level
kita naik, itu memang sudah kehendak Allah. Artinya itulah yang terbaik
untuk kita. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Yang penting
tugas kita adalah selalu berusaha dan berdoa dengan tulus dan ikhlas.
Teruslah berusaha menjadi yang terbaik di bidang masing-masing. Dan
yang terpenting teruslah selalu berusaha memperbaiki iman dan amalan
kita. Dan janganlah menjadi orang yang sombong. Jadilah seperti padi,
yang semakin berisi semakin merunduk….



0 komentar:
Posting Komentar