Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Minggu, 03 Mei 2015

BELAJAR ILMU PADI

Belajar Ilmu Padi…

Ada pepatah yang mengatakan “Jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk”. Pepatah ini lah yang menjadi renungan saya dari dulu. Memang untuk menjadi seperti buah padi itu susah dilakukan (bahkan saya sendiri tidak tahu apa saya bisa memiliki sifat layaknya buah padi). Ketika kita memiliki suatu kelebihan yang diberikan Allah, kita seringkali berbangga diri dengan kelebihan itu. Misalnya saja, pada saat kita lulus sekolah baik itu S1, S2 atau S3, kita merasa bahwa keberhasilan kita itu merupakan usaha kita sendiri, atau bahkan kita merasa diri kita lebih hebat dari orang lain yang dibawah kita level pendidikannya. Atau ketika kita berhasil dalam pekerjaan kita, misalnya menjadi pemimpin disebuah perusahaan, atau jabatan kita lebih tinggi dari orang lain sehingga kita merasa bahwa jabatan itu kita dapatkan karena usaha kita sendiri dan lain-lain masih banyak lagi contohnya.
Pada saat kita merasa diri kita lebih dari orang lain yang dibawah kita, atau pada saat kita merasa bahwa  kita berhasil karena kerja keras kita semata, maka pada saat itu kita telah lalai terhadap tujuan hidup kita. Pada hakekatnya, kita hidup didunia ini adalah menjalankan suatu skenario yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan satu tujuan hidup yaitu beribadah/menyembah kepada Allah (QS 51 : 56). Jadi seseorang itu pintar, bodoh, cantik/tampan, jelek, kaya, miskin, itu semua sudah ditetapkan. Kadang-kadang kita lupa akan hal itu. Ketika kita diberi kenikmatan dalam bentuk kekayaan, kita lantas agak malu jika bergaul dengan orang miskin. Ketika kita diberi kenikmatan kecantikan/ketampanan, kita lantas malu bergaul dengan yang jelek dan sebagainya. Padahal kalau kita mau berfikir, emangnya si miskin itu mau ditakdirkan jadi miskin? atau si jelek itu mau ditakdirkan jelek, yang bodoh emangnya mau dapat bagian hidup jadi orang bodoh? kalau seandainya kita boleh merequest kepada Allah takdir kita, tentu setiap orang pengennya jadi yang sesempurna mungkin, pengen jadi orang yang kaya, punya kekuasaan, pintar, cantik/tampan, dll pokoknya yang wah dimata manusia. Tapi apa yang ada dikehidupan nyata? kita memiliki bagian masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Allah telah menetapkan kehidupan didunia ini dengan segala kadarnya yang terbaik. Maka dari itu jika kita merasa kita diberikan kelebihan oleh Allah, hendaknya kita jangan terlalu berbangga hati atau pun terlalu gembira dengan kelebihan itu apalagi merasa lebih dari orang lain, karena kelebihan kita itu hanya pemberian dari Allah. Coba kita bayangkan bagaimana jika bukan kita yang diberi kelebihan itu, misalnya kita diberi kelebihan dengan otak yang cerdas, kemudian kita merasa diri kita lebih pintar dari teman kita yang kurang cerdas. Bagaimana jika Allah menukarnya, kita yang menjadi orang yang kurang cerdas itu dan teman kita menjadi yang cerdas, apa yang akan kita lakukan?
Kita tidak berhak untuk berbangga diri atau merasa lebih dari orang lain, karena pada dasarnya kelebihan yang kita miliki hanyalah pemberian/titipan dari Allah SWT. Bisa saja suatu saat nanti ternyata Allah mentakdirkan kita kehilangan semua kelebihan kita sehingga kita tidak memiliki lagi apa-apa yang dulu kita bangga-banggakan.
Demikian pula bagi yang merasa memiliki banyak kekurangan dalam hidupnya. Jangan pernah merasa rendah diri dari orang lain, karena sesungguhnya kehidupan yang kita miliki memang itu lah yang ditakdirkan Allah untuk kita. Jadi jangan merasa bahwa level kita di bawah level orang sehingga kita menjadi minder. Asalkan kita selalu berusaha menjadi yang terbaik, maka urusan takdir adalah urusan Allah. Kita memang wajib berusaha, tapi jika usaha keras yang kita lakukan belum membuat level kita naik, itu memang sudah kehendak Allah. Artinya itulah yang terbaik untuk kita. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Yang penting tugas kita adalah selalu berusaha dan berdoa dengan tulus dan ikhlas.
Teruslah berusaha menjadi yang terbaik di bidang masing-masing. Dan yang terpenting teruslah selalu berusaha memperbaiki iman dan amalan kita. Dan janganlah menjadi orang yang sombong. Jadilah seperti padi, yang semakin berisi semakin merunduk….

0 komentar:

Posting Komentar